Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Fashion



Belakangan ini memang mulai banyak sekali yang orang-orang yang terjun ke dunia Bisnis Fashion. ada yang Online dan ada pula yang memilih cara Offline. Sulitnya Perekonomian saat ini membuat Para ibu-ibu, mahasiswa atau bahkan kerwayan mencoba mencari peruntungan di Dunia Bisnis. Bisnis Fashion dianggap sebagai Bisnis yang paling aman dan mudah sehingga banyak pebisnis pemula lebih memilih terjun ke Dunia bisnis Fashion.

Namun ternyata, Bisnis fashion tidak semudah kelihatannya. Banyak yang berfikir bahwa bisnis Fashion dianggap lebih mudah daripada bisnis-bisnis Lainnya karna barang yang dijual tidak akan basi seperti halnya bisnis Kuliner yang memiliki resiko lebih besar yaitu Bahan Baku yang mudah Basi dan harga yang tidak stabil. Pada kenyataannya banyak juga pebisnis Fashion akhirnya terseleksi oleh alam lalu kemudian gulung tikar padahal modal yang dikeluarkan cukup Besar.

Lalu, apakah Bisnis Fashion masih dianggap bisnis yang tepat untuk membantu memperbaiki kondisi perekonomian keluarga anda? maka dari itu saya pribadi sebagai pelaku bisnis Fashion akan sharing kepada anda semua mengenai kelebihan dan kekurangan Bisnis Fashion. Agar anda bisa lebih aware dan prepare pada setiap tantangan dalam berbisnis Fashion.

KELEBIHAN


1. Produk tidak Mudah Basi

Kebanyakan Pebisnis pemula memilih untuk terjun ke Bisnis Fashion adalah karna Produk yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa basi. Sehingga banyak yang menganggap bahwa Bisnis Fashion adalah salah satu Bisnis yang Aman.

2. Banyak Peminat

Pakaian memang sudah seperti kebutuhan pokok bagi sebagian orang, baik wanita, pria, dan anak-anak. terlebih lagi pada musim-musim lebaran, masyarakat Indonesia semua berbondong-bondong membeli pakaian baru untuk dipakai di Hari Raya. belum lagi banyaknya event-event Pameran Fashion yang mendukung para Fashionpreneur dalam memamerkan produknya.

3. Sebagai Penyaluran Hobby

Rata-rata kebanyakan Fashionpreneur terjun ke bisnis fashion karna kesukaannya untuk mendesain pakaian. yang paling menyenangkan bagi Fashionpreneur adalah ketika banyak orang yang menyukai dan mengapresiasi hobbunya tersebut dengan membeli produknya.

4. Tidak membutuhkan toko Offline

Bagi Online Fashionpreneur, toko Offline tidaklah begitu penting. yang terpenting adalah trafik Toko Online mereka. walaupun pada akhirnya tidak mudah juga mendatangkan pembeli ke toko Online kita.

5. Mudah Didistribusikan 

Karena pakaian merupakan barang yang tidak mudah basi dan tidak mudah rusak, maka tentunya sangat mudah didistribusikan ke Seluruh penjuru Indonesia bahkan ke mancanegara.

KEKURANGAN

1. Modal Cukup Besar

Memang banyak yang mengatakan bahwa bisnis pakaian bisa dilakukan dengan modal kecil. Namun realitanya tidaklah semudah itu. bahkan untuk sekedar menjadi Reseller saja anda tetap butuh Modal. Modal tersebut biasanya untuk uji coba kualitas supplier. kenyataannya juga produk yang telah kita beli belum tentu semuanya terjual habis. pasti akan ada stok mengendap walaupun hanya 1 atau 2 pcs. sedangkan keuntungan kemungkinan hanya berkisar 20% - 35%. maka untuk mencari Laba yang cukkup banyak, berarti Quantity Penjualan harus digenjot. Lalu Bagaimana dengan Produsen? tentu Modal yang dikeluarkan akan lebih besar lagi. mari berbicara realita, saat ini menjual pakaian dengan harga butik sangatlah sulit apabila kalian masih terbilang Newcomer Brand. kebanyakan konsumen lebih tertarik kepada harga murah. maka untuk dapat memberikan harga murah maka produsen tentunya harus bisa mendapatkan HPP (Harga Pokok Produksi) yang murah pula. Biasanya untuk mendapatkan HPP yang lebih murah kebanyakan para supplier Kain dan Penjahit menetapkan Quantity minimal yang tidak sedikit, maka produksinya-pun harus Massal. biasanya diatas 1Kodi atau 20Pcs. kalau kain biasanya diatas 50 meter atau 100 meter atau bahkan ada yang harus per-roll kain. baru anda akan mendapat harga Grosir. Anda bisa hitung sendiri berapa modal yang harus anda keluarkan untuk menjadi produsen pakaian. belum lagi biaya Marketing, pembuatan website,dll.

2. Trend Mudah Berubah

Seperti yang telah saya sampaikan pada kelebihan berbisnis Fashion bahwa produk Fashion tidaklah mudah basi. Namun bukan berarti anda bisa tenang membiarkan produk mengendap. Karna Trend Fashion itu sangat dinamis. umur suatu trend pakaian wanita paling lama adalah sekitar 6 bulan - 1 tahun. maka kalau kalian memiliki banyak produk yang mengendap diatas 6 bulan, anda harus segera pasang strategi baru atau Plan B seperti contohnya Sale, Diskon besar-besaran, atau bahkan Cuci Gudang. karna apabila dibiarkan disimpan lebih lama lagi. model dari Produk-produk tersebut akan terlihat usang dan ketinggalan trend.

3. Biaya Marketing besar

Seringkali kesalahan terbesar Online Fashionpreneur adalah tidak memikirkan biaya Marketing. Marketing dianggap sebagai selingan saja kalau lagi sepi. padahal Merketing adalah hal terpentiing kedua setelah Produk. Dimasa saat ini seringkali kendala yang ditemui adalah biaya Marketing yang
lebih besar daripada biaya produksi. makanya, itulah alasannya kenapa pakaian butik atau brand terkenal tidak murah. bayangkan saja. untuk mengendorse Selebgram yang memiliki Follower diatas 100K saja bisa dibutuhkan biaya 400.000 - 600.000 per item produk untuk 1 kali Post. lalu bagaimana ROInya? saya pernah mencoba mengendorse 2 orang Selebgram yang memiliki follower 500K dengan biaya sekitar 700.000 rupiah saat itu. Namun Closing yang dihasilkan tidak terlalu memuaskan, paling keuntungan yang kita dapat hanyalah Foto Produk kita yang instagrammable yang dapat kita Post di IG dan Website kita sebagai referensi Style atau Lookbook. tapi itu kembali lagi kepada jenis produknya masing-masing. nah, lalu bagaimana kalau Endorse artis? Endorse artis rata-rata untuk 1 item produk bisa dikenai tarif di kisaran 2juta rupiah sampai 20jt rupiah. tapi kalau untuk return nya sepadan atau tidak, saya sendiri belum pernah mencoba karna budget yang masih belum memadai. itu baru Endorse saja. belum lagi ada FB dan Instagram Ads, Google Adwords, Paid Promote Instagram, DLL.

4. Bukan Lagi Kebutuhan Primer

Sulitnya Perekonomian Indonesia akhir-akhir ini membuat pakaian tidak lagi menjadi kebutuhan utama atau primer. Belakangan ini minat pembeli untuk berbelanja pakaian sangatlah menurun. hal tersebut terlihat sekali dengan merosotnya Omzet para Fashionpreneur baik Online maupun Offline. seperti riset kecil-kecilan yan pernah saya lakukan sewaktu pameran di bulan Ramadhan 2016 lalu di salah satu Mall dikota Bandung. rata-rata owner bercerita bahwa pada tahun 2015 mereka dapat meraup omzet dikisaran 150juta - 200juta dalam 1 bulan Ramadhan, namun pada bulan Ramadhan 2016 rata-rata omzet para Fshionpreneur hanya sekitar 75juta - 90juta, dan semakin menurun ditahun 2017 ini. mengapa hal tersebut bisa terjadi? tentunya karna biaya hidup saat ini yang semakin hari semakin terasa berat. harga-harga pokok dan biaya-biaya lainnya yang terus melonjak tanpa diimbangi dengan pemasukan atau gaji yang mencukupi, membuat konsumen tidak lagi memasukkan pakaian Baru sebagai daftar kebutuhan utama mereka lagi. 

5. Tingkat RO (Repeat Order) yang relatif kecil
Tidak seperti makanan yang mudah habis, Pakaian cenderung memiliki umur yang lebih panjang. 1 baju saja bisa berumur 1 tahun atau bahkan 2 - 3 tahun apabila menggunakan bahan dan jahitan yang berkualitas. Artinya tingkat Repeat Order konsumen belum tentu dalam kurun waktu 1 minggu sudah membeli produk baru lagi. bisa jadi menunggu waktu 1 bulan saat gajian, atau 2 bulan, atau bahkan 1 tahun baru membeli lagi. kecuali memang pelanggan anda adalah Reseller yang menjualkan produk anda.

6. Persaingan Yang Banyak dan Ketat

Belakangan ini mulai banyaknya masyarakat yang mulai melek Bisnis maka banyak sekali bermunculan Fashionpreneur baru. hal tersebut dapat kita lihat di Instagram, ataupun Mall dan Pusat perbelanjaan banyak sekali mulai bermunculan Brand-brand Fashion Baru. bahkan saat ini lebih banyak orang yang berfikir untuk berjualan dibanding membeli. kalaupun membeli kebanyakan ingin untuk dijual lagi. 

Nah itu semua kelebihan dan kekurangan dari Bisnis Fashion yang bisa saya rangkum saat ini. semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan yah. walaupun kelihatannya lebih banyak kekurangannya tapi jangan takut selama anda punya Solusinya. mau tau Solusinya apa aja? yuk Klik Disini.


Comments

  1. Thanks for sharing.. Mau belajar menjahit tapi belum menemukan tempat kursus yang tepat?. Sekarang anda tidak perlu bingung lagi, anda bisa mendownload video tutorial menjahit baju di Fitinline.

    ReplyDelete
  2. Teh ga sengaja mampir pas blogwalking dan apa yang teteh tulis betul betul 100% reaaaal di lapangan aku sebagai salah satu fashionpreuneur yang kecemplung ini beneran merasa terbantu. Keep writing good real raw stuff ya teh merasa terbantu sekali :))))

    ReplyDelete

Post a Comment

You may like this

Popular Posts