Search This Blog

Caraku Tetap Waras mengurus 1 bayi dan 2 balita



Assalamualaikum,

Kali ini agak berbeda dari postingan aku yang biasanya. Mungkin kali ini sifatnya agak lebih ke curhat kali yah. Kenapa? Karna lumayan banyak yang tanya. Gimana rasanya punya 3 anak masih kecil-kecil semua. Sebenarnya aku yakin yah ga cuma aku yang mengalami ini, bahkan ada yg lebih banyak anaknya dibanding aku. Bayangin coba kadang 1 anak aja udah repot. Apalagi 2 apalagi 3 apalagi 4 daaann seterusnya (fiufh..)

Jangankan mau me time atau nyalon. Bisa mandi sama makan dengan tenang aja udah seperti kemewahan yang tiada tara ga sih?! Bahkan masih bisa menyambut suami pulang kerja dengan bau harum dan wajah segar juga cantik bisa jadi suatu prestasi yang amat sangat luar biasa. (Kalau inget suami kadang jadi kasihan sendiri. Udah capek dikantor, sampe rumah langsung disambut curhatan aku yang ngaburudul gapake rem).

Drama Pasti Ada

Ga bisa dipungkiri ngurus anak masih kecil-kecil ga mungkin tanpa drama. 5 menit anteng, 5 menit ngambek-ngambekan, 5 menit berantem, 5 menit tantrum, 5 menit akur lagi, 5 menit damai sejahtera aman sentosa, nanti 5 menit yah [repeat program][looping forever]. Udah gitu ditambah bayi yg gabisa ada berisik sedikit langsung kagetan terus nangis.

Bahkan kalau sudah sampai puncaknya, pas mereka tantrum, daripada meledak ga sabar, sering banget mereka aku diemin mereka sampai capek sendiri. Baru kalau sudah mereda, aku peluk sambil aku nasehatin pelan-pelan. Biasanya cara itu lebih ampuh menangani anak tantrum dibandingkan kita tanggapin terus saat mereka sedang marah.

Tapi moms, walaupun drama pasti ada, tapi drama bisa diminimalisir loh. Demi kewarasan ibu, drama sinetron prahara rumah tangga itu gabisa terus-menerus dibiarkan tanpa solusi.

Biasanya drama paling banyak adalah dengan anak. seringkali ibu ikut tantrum ketika anaknya tantrum.Nah kalau udah gini dinding pertahanan emosi ibu bisa jadi ambruk. Nah Next kita bakal bahas cara waras menghadapi anak tantrum yah. Tapi singkatnya kalau aku lebih suka menganalisa penyebab tantrumnya. anak biasanya tantrum ketika dia lapar atau mengantuk. maka jadwal makan dan tidur bagiku jadi hal terpenting pertama yang tidak boleh diabaikan,

mau kapanpun, kemanapun, dimanapun dan bagaimanapun kondisinya, pertama anak harus kenyang dulu. supaya daya tahan tubuhnya juga baik jadi mereka jadi ga mudah marah. selain itu jadwal tidur juga harus diperhatikan. Jadi ketika tantrum datang disaat jam tidur siangnya, kita sudah tahu cara mengatasinya.

yah ini sih baru contoh sebagian penyebab tantrum. Gimana kalau Tantrum anaknya karna pengen sesuatu atau karna strategi. masihkah ibu bisa waras? Next kita bahas di cara mengendalikan Emosi untuk ibu yah.

Kewarasan ibu itu penting!

Banyak orang yang hobby menjudge, kalau seorang ibu, punya art "ah ibunya males" apalagi kalau ada art ditambah pengasuh, apalagi tiap tambah anak, tambah juga pengasuhnya. Atau kalau anak dimasukin ke daycare, "wah tega banget ibunya, males ngurus anak aja itumah". Oh come on, People!! Dewasalah. That's not even your business, okay. Kalaupun ada resikonya. Biarlah itu menjadi resiko mereka.

Karena kewarasan seorang ibu juga penting dalam mengurus anak. Bayangkan kalau ibunya stress, capek, terlalu dipaksakan mandiri tiba-tiba Postpartum Depression. Kan anaknya juga yang jadi korban. Keluarganya juga yang jadi korban. Andaikata kalian adalah orang yang tangguh bisa mengurus 6 anak sekaligus tanpa art. Yah bagus. Tapi kan belum tentu semua orang setangguh anda. Dan gaperlu memaksakan semua orang harus setangguh anda. Cukup hormatilah dan berempatilah kepada siapapun dan apapun kondisinya.

Jadi seandainya walaupun anaknya masih satu lalu dibantu art atau pengasuh, asalkan ibunya tetap waras dan tenang dalam mendidik anaknya, mengurus suami, rumah, dan keluarganya kan ga masalah.

Yang penting dia masih menyadari perannya sebagai seorang ibu dari anak-anaknya yang seharusnya menjadi tempat anaknya bermanja-manja, tetap mendidik dan mengajarkan tentang banyak hal seperti yang utama adalah adab atau tata krama dan tidak lupa untuk selalu membersamai anak. Bukan menjadi ibu yang selalu sibuk sendiri bahkan mementingkan diri sendiri.

Nah, lalu kenapa "kewarasan ibu itu penting?" karena keharmonisan dan kehangatan sebuah keluarga indikatornya adalah ibu yang Waras dalam arti bahagia dan tau peranannya dalam keluarga. Bayangkan dong kalau ibunya marah-marah terus. anak-anaknya ga diperhatikan, suami juga diacuhkan, rumah ga diurus. nah itu artinya ibunya mulai ga waras kan. terus kebayang doong gimana nasib keluarganya.

Jadi kalau Mommies mendengar komentar julid ibu-ibu komplek yang maha benar seperti komentar pedas netijen ada bagusnya kalau dicuekin aja. pura-pura ga denger. hargai diri mommies sendiri bahwa mommies sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk keluarga mommies. nobody's perfect termasuk yang komentar.

Bahkan mereka juga belum tentu lebih baik daripada mommies. jadi Love yourself, dear! you're doing great! 

Kalau Ayah?

Jadi berbeda halnya dengan ibu, tingkat kekhawatiran Ayah ternyata lebih sedikit loh dibanding ibu. ternyata kalau ditanya kebanyakan kekhawatiran ayah hanyalah soal menafkahi dan seks. Really? Not Everyone sih tapi Mostly. Selama urusan Nafkah dan seks terpenuhi, Ayah akan lebih mudah waras. Hal lainnya yang cukup banyak menyita pikiran Ayah adalah urusan pekerjaan. Jadi biasanya Ayah memang pulang kerumah dengan tujuan mencari ketenangan.

Beda sekali dengan ibu yang pusat permasalahannya justru dirumah. Seperti mengurus dan merapikan rumah, mengurus makan anak, jam tidur anak, sampai mengatur pekerjaan ART jika ada, bahkan sampai mendidik anak. Nah bayangin kalau working mom stressnya bisa dobel dong.

Tapi, walau begitu bukan berarti Ayah tidak perlu ambil peran yah. justru disinilah kuncinya. kewarasan seorang Ibu ternyata bisa dibilang 60% nya datang dari peran Ayah yang supportif. Tak perlu banyak-banyak, cukup mengajak anak bermain beberapa jam sehabis pulang kerja atau mengambil alih sebagian KECIL pekerjaan Ibu di akhir pekan udah cukup bikin ibu melting loh yah! (Pasti ibu-ibu berharap suaminya baca ini)

Beneran. Jujur yah ini juga yang jadi kunci aku bisa tetap tegar mengurus 2 balita + 1 bayi. karena saat suamiku pulang, aku benar-benar bisa mengandalkan suami aku. kalau yang bayi nangis, suami bantu gendong sembari aku makan atau bebenah badan, atau main bersama 2 anakku yang besar sampai mereka tidur. bahkan seringkali membuatkan susu juga. jadi kalau suami pulang 50% atau bahkan 60% kerjaanku bisa berkurang.

Tapi Suamiku juga dengan proses loh bisa begitu pengertian. setelah pasang-surut, naik-turun kondisi rumah tangga kami, akhirnya kami sama-sama belajar untuk bisa saling menghargai dan mensupport satu sama lain.

Me Time Itu Perlu!

Nah Mommies, Jangan sesekali sepelekan me time yah.

"Ah saya mana sempat, saya tuh sibuk banget!"

kalau seperti ini dan mommies ada budget lebih, tidak ada salahnya loh cari back up seperti cari ART, pakai jasa Laundry, atau sekarang kan jaman semakin canggih ada juga Go Clean yang hanya bisa dipanggil sewaktu-waktu saat diperlukan saja. atau sesekali beli makanan matang di warung nasi padang atau warteg. bagiku semua itu sah-sah saja kok.

Aku sendiri saat mendekati lahiran anak ke-3 sudah nge-tag ibu aku untuk bisa mendampingi aku sampai aku bisa mandiri mengurus semuanya sendiri. bahkan sampai tulisan ini di publish aku masih tinggal dekat dengan orang tuaku. supaya kalau sewaktu-waktu aku butuh bantuan bisa lebih mudah.

walaupun yah aku juga tidak mau sepenuhnya membebankan mengurus anak ke orang tuaku. fungsi orang tuaku dalam mengurus anak-anakku adalah hanya sebagai back up bukan pengasuh. Jadi orang tuaku turun tangan kalau urusan darurat aja. misalkan aku sedang sakit, aku sedang ada urusan yang mendesak, atau main dengan anak-anakku sebentar sembari aku mengurus hal-hal yang lain atau me time sejenak seperti pijat dirumah atau sekedar berendam air hangat.

sisanya, me time sebenarnya bisa aku lakukan sambil menyusui, saat anak-anak tidur siang, atau saat anak-anak tidur dimalam hari. Nah, ternyata masih bisa kan curi-curi me time.

Sering-sering Refreshing yah!

Kalau Weekend sudah datang jangan cuma anteng-anteng aja dirumah. Ajak suami dan keluarga jalan-jalan keluar rumah. walaupun hanya ke mall dekat-dekat rumah sebentar, ga masalah loh. itu sudah cukup sekali untuk me-recharge ulang otak mommies. ibarat komputer lagi nge-hang karna kerjanya terlalu berat, terus di refresh. kan jadi lumayan adem lagi.

"Lah kalo tiap minggu Tekor dong!!"

Eits, Jalan-jalan bisa loh ga perlu keluar uang. aku ada tips sedikit nih, kalau jalan-jalan di mall pas tanggal tua, bisa cari mall yang punya area foodcourt yang enak, terus makanannya bekel sendiri. kalau di Bandung bisa di Trans Studio Mall, atau di Transmart Buah Batu Bandung, atau di BIP. Di Mall-mall tadi Foodcourtnya enak seperti restaurant. dan gada larangan bawa makanan sendiri. jadi enak, bisa jalan-jalan hemat kann (ketahuan deh aku suka irit)

atau aku sama suami sering cuma jalan-jalan keliling kota Bandung sambil nyanyi-nyanyi bareng dengerin radio dimobil sambil jajan batagor atau baso dipinggir jalan. Minumnya beli jus buah yang 5.000an atau teh kotak 3.500an. makan dan minumnya didalem mobil. cobain deh! seru banget loh. kadang cuma habis 30.000 udah kenyang. (katahuan lagi deh kalo aku suka medit, maklum demi biaya sekolah anak, mama harus irit) 

Tapi Refreshing ga harus keluar rumah loh. kadang aku sama suami suka marathon film dirumah sambil beli cemilan yang banyak. gitu aja udah cukup untuk mengembalikan kewarasan ibu untuk kembali ke medan tempur.

Jangan Lupa Atur Mindset

Daann, The best of all adalah seorang ibu harus bisa atur mindset. Mommies, tau ga kalau kata-kata "Capek", "Repot", "Stress", "penat" itu datangnya dari mindset. Mindset kita yang selalu menganggap semua pekerjaan seorang ibu itu melelahkan, dan membosankan. jadi stop berpikir bahwa

"Aku nih capek loh ngurus anak! mau ngapa-ngapain juga ga bebas dibuntutin terus"
"Aku nih Penat sehari-hari gabisa bebas. dirumah ngurus anak mulu!"
"Aku nih Stress, udah dikantor banyak kerjaan, pulang-pulang masih harus urus anak, urus rumah!"
endebreh... endebraah...

Pokoknya mindsetnya "AKU CAPEK" akhirnya yang membuat mengurus anak, mengurus rumah dan suami bukan menjadi hal yang menyenangkan melainkan melelahkan.

Mommies, selama mindset mommies selalu begitu, selamanya akan begitu. Cobalah atur mindset mommies. pikirkan bahwa semua yang mommies kerjakan adalah ibadah yang berbuah pahala. setiap peluh yang mommies keluarkan akan semakin mendekatkan mommies ke surga ALLAH.

Terutama ketika mommies melakukannya dengan ikhlas. bahkan ketika mommies sakit karna terlalu letih semua itu akan menjadi pelebur dosa-dosa mommies.
Lalu lihatlah wajah anak-anak yang imut dan lucu yang hidupnya amat sangat bergantung kepada mommies. Dimana mommies selalu menjadi tempat ternyaman bagi mereka,

Dimana mommies adalah sandaran keluh kesah mereka yang hidupnya masih sangat bergantung kepada mommies. Indah sekali bukan.

Lalu apakah mommies yang bisa dengan mudah dititipkan oleh ALLAH anak-anak manis ini masih mau mnegeluh, sementara banyak sekali pasangan-pasangan yang masih mendambakan kehadiran anak ditengah-tengah mereka. atau bahkan ada yang mendapatkannya dengan perjuangan dan susah payah dengan biaya yang tidak sedikit.

Nah Coba setting ulang mindsetnya, bahwa anak dan keluarga itu merupakan anugerah. mengurusnya bukan menjadi hal yang melelahkan tetapi menjadi hal yang paling menyenangkan. selain karena pahalanya, juga karena balasan rasa cinta dan kasih sayang dari anak-anak dan suami yang rasanya luar biasa ketika kita melakukannya dengan ikhlas.

Kalau sudah begitu, berarti Ikhlas jadi kata kuncinya yah. maka ketika kita ikhlas pekerjaan apapun akan terasa ringan.

Cari Pelampiasan

Kalau ini sih sebenarnya ga mesti yah. Tapi bagi aku ini penting untuk menterapi diri sendiri. Kalau aku pribadi suka cari pelampiasan yang bentuknya aktualisasi diri yah. apalagi aku sebagai full time mom, jarang banget punya kegiatan diluar rumah dan dapat teman baru.makanya aku akhirnya menemukan wadah pelampiasan aku didunia blogging ini.

mungkin buat mommies yang lain, bisa mulai dengan melalukan hobbynya masing-masih. seperti menggambar, memasak, fotografi, bisnis, atau bahkan nge-Youtube bareng anak-anak. Buat yang belum coba. coba deh! karena bagi aku itu bisa jadi self healing untuk pengalihan dari kepenatan.

belum lagi kalau hobby atau karya kita ada yang apresiasi, wah bisa banget jadi suntikan semangat baru buat kita. penat-penat bisa lebih berkurang.

Coba aja mulai dengan hal-hal kecil yang bisa kalian lakukan. atau bisa juga sekedar bergabung di komunitas-komunitas yang menginspirasi atau menjadi micro influencer dengan men-share pengalaman dan pengetahuan kalian sebagai ibu di medsos.

Jujur, bagi aku itu cukup ampuh bikin aku fokus kepada hal positif dan melupakan hal-hal toxic yang membawa dampak negatif bagi hati dan pikiran.


Jangan Malu Untuk Curhat atau Konsultasi

Terakhir nih moms. Kalau semua cara diatas bagi kalian tetap tidak cukup membuat mommies waras. jangan malu ataupun ragu untuk mencari teman curhat atau bahkan berkonsultasi ke psikiater. Bukan berarti mommies ada gangguan kejiwaan loh.

tapi masalah mental health itu penting banget dan psikiater lebih tau penanganan yang tepat daripada kami yang awam tentunya. Daripada mommies salah pilih teman curhat. Bukannya membantu tapi malah makin memperkeruh kan bahaya.

Kalau aku pribadi sering banget kalau sudah mentok curhatnya sama ALLAH. sering sampai nangis-nangis. Tapi memang ketika kita mengadu ke ALLAH ga akan pernah kecewa yah. Seringkali tiba-tiba muncul pertolongan yang ga kira-kira dari ALLAH. Seperti anak-anak terkendali. atau dikasih suami yang pengertian atau tiba-tiba datang ibuku atau ibu mertua tiba-tiba kirim masakan. hahaha. Bener loh kuasa ALLAH itu luar biasa.

Naah. Itudia semua caraku supaya tetap semangat dan pastinya waras mengurus 2 balitaku yang lagi super aktif dan susah diatur ditambah satu bayi yang lagi rakus-rakusnya Nyusu. Semoga membantu yah mommies. kalau ada yang punya tips tambahan boleh tambahkan di kolom komentar yah.


Regards,







Post a Comment

0 Comments